Senin, 27 September 2021

Teknik Kuda Kuda (6)


      Pencak silat merupakan salah satu olahraga bela diri yang mana olahraga ini berasal dari Indonesia . olahraga ini juga dapat meningkatkan aspek spiritual yang mana orang pada zaman dulu sebelum dia mencapai suatu tingkat ilmu yang tinggi terlebih dahulu dia melakukan semadi. Aspek lain yang juga terbentuk dalam olahraga ini ialah aspek seni budaya. Sikap kuda-kuda dalam pencak silat adalah hal yang sangat penting, sebaik apapun teknik serangan tidak ada artinya jika tidak didukung dengan kuda-kuda yang baik. Istilah "kuda-kuda" berasal dari kata "kuda" yang berarti posisi kaki seperti menunggang kuda. 

kuda kuda dalam pencak silat

  • Kuda-Kuda Belakang - Cara melakukannya : Salah satu kaki di letakan dibelakang, kaki kanan di depan kaki kiri atau sebaliknya, kedua kaki terletak satu garis. Kaki yang berada di belakang ditekuk dan kaki yang berada di depan sedikit di luruskan. Berat badan 90 persen diletakan diatas kaki yang berada dibelakang. Posisi kedua kaki kurang lebih membentuk sudut 30 derajat.             

    Untuk kuda-kuda belakang, 
    dapat dibentuk dengan tumpuan berat badan  pada kaki belakang. Tumit yang dipakai sebagai tumpuan tegak dengan panggul, badan agak condong ke depan, kaki depan di injit dan menapak dengan tumit atau ujung kaki.
  • Kuda-Kuda Tengah -  Cara melakukan kuda-kuda tengah adalah di bentuk dengan kedua kaki yang ditekukan dengan menempatkan titik berat badan berada di tengah. Sementara kedua kaki posisikan melebar sejajar. Atu juga bisa melakukan dengan cara serong. Sudut kedua telapak kaki serong membentuk 30 derajat, dengan tampak depan tampak samping dan juga tampak belakang. 
          Lakukan Kuda-kuda samping dengan cara satu kaki ditekuk dan kaki yang lain lurus ke samping,           berat badan pada kaki yang ditekuk, bahu sejajar atau segaris dengan kaki. 
  • Kuda-Kuda Silang Depan - Kuda-kuda silang depan dibentuk dengan menginjakkan satu kaki ke depan atau kebelakang kaki yang lain, berat badan ditumpukan pada satu kaki, sedangkan kaki yang lain disentuhkan pada lantai dengan ibu jari kaki atau ujung jari kaki. Cara melakukan kuda-kuda silang dengan cara satu kaki didepan, berat badan bertumpu pada satu kaki, kaki yang lain ringan sentuhan dengan ibu atau ujung jari kaki. Fokuskan padangan lurus kedepan.
  • Kuda-Kuda Silang Belakang - Kuda-kuda silang belakang  yaitu kuda-kuda dengan salah satu kaki berada di belakang  dengan keadaan menyilang dan kaki di tumpukan ke belakang, badan tetap lurus agar tidak jatuh saat melakukan  gerakan tersebut. Cara melakukan kuda-kuda silang belakang adalah dengan cara satu kaki berada di belakang dengan keadaan menyilang dan kaki di tumpukan ke belakang. Posisi badan tetap tegak lurus, sementara kedua lutut di tekuk dengan salah satu tangan diarahkan ke belakang.
  • Kuda-kuda Khusus 

        Posisi berdiri dengan satu kaki sebagai tumpuan, sikap ini biasanya digunakan pada saat salah satu         kaki digunakan untuk menangkis, menghindar ataupun menyerang. Agar kuda-kuda ini lebih kuat         dilakukan latihan kekuatan otot kaki dan latihan keseimbangan. 

  1. Pasang satu - Pasang satu adalah sikap dengan posisi badan tegak dengan kedua tangan disamping dalam keadaan siap silat dan kedua kaki di buka selebar bahu.
  2. Pasang dua - Pasng dua dibentuk dengan badan tetap pada posisi tegak, kaki dibuka selebar bahu, kedua  tangan mengepal dan sejajar pinggang.
  3. Pasang tiga - Sikap badan sama seperti pasang dua dengan posisi tegak lurus, kaki di buka selebar bahu, tangan diangkat sejajar mata dengan kepalan tangan terbuka.
  4. Pasang empat - Sikap badan, dan mata sama seperti sikap pasang tiga, yang membedakan adalah tangan diangkat sejajar mata dengan posisis silang. Awalnya kepalan tangan terbuka kemudian tangan sudah terkepal.
  
Latihan Langkah Kuda-kuda Silat Menggunakan 8 Arah Mata Angin
     
Terdapat delapan gerakan yang dilakukan dalam
 Latihan Langkah Kuda-kuda Silat Menggunakan 8 Arah Mata Angin, berikut ini penjelasn lengkapnya.

Pola Langkah

Ada enam pola langkah dalam teknih pencak silat yaitu: 
Pola langkah lurus, Pola langkah zikzak, Pola langkah ladam atau huruf  U, Pola langkah segi tiga, Pola langkah huruf S, dan Pola langkah segi 4. Berikut ini penjelasannya.
  1. Pola langkah lurus - Merupakan gerak langkah yang membentuk garis lurus ,baik langkah maju maupin langkah mundur. Pelaksanaanya dimulai dari salah satu kuda-kuda (kuda-kuda tengah).
  2. Pola langkah zikzak - Merupakan gerak langkah yang membentuk  mata gergaji atau pola zig-zag. Pelaksanaanya dimulai dari sikap pasang dengan pola langkah serong.
  3. Pola langkah ladam atau huruf  U - Pelaksanaanya dimulai dari sikap awal tegak, gerakkan kaki kesamping kanan diikuti kaki kiri menutup (merapat), kemudian kaki kiri maju, kaki di tarik kembali dan merapat kemudian digerakan ke samping kiri. Kaki kanan ditarik dirapatkan, kemudian dilangkahkan kedepan. Terakhir kaki kanan ditarik kembali merapat seperti sikap awal.
  4. Pola langkah segi tiga - Pelaksanaanya berdiri di titik 0, geser kaki kanan ke titik 1, diikuti kaki kiri ke titik 2, lanjutkan ke titik  4, lanjutkan juga ke titik 4 dan 5 (berat badan di titik 5). Tarik kaki kanan ke titik 6, kaki kanan ketitik 7 dengan kuda-kuda depantarik kaki kanan keposisi awal.
  5. Pola langkah huruf S - Berdiri dengan posisi titik menghadap sesui dengan arah yang di tunjukan. Geser kaki kanan ke arah berat badan ke di kaki kanan, dikkuti kaki kiri, kaki kiri ke titik 3 berat badan di kaki kiri selanjutnya cabut kaki kanan lewati kaki kiri sampai di titik 4, kaki kanan yang di titik 4 di titik 5 putar di tempat, sementara kaki kiri yang ada di titik 3 injit, gugus kaki kiri lewat tanda panah dengan jalur titik 6 sampai di titik.
  6. Pola langkah segi 4 -  Pelaksanakannya bisa memakai kombinasi kuda-kuda tengah ,samping dan belakang.

 

Senin, 20 September 2021

Teknik Dasar Pencak Silat (5)

 PEMBELAJARAN PENCAK SILAT


Nama                         : Riswani      

Npm                            : 2006104020110

Unit                             : 4 (Empat)

Pertemuan ke             : 5

 

Teknik dasar Pencak Silat 





    Rusli Lutan (dalam Herman Tarigan, 2003:23) membagi tiga gerakan dasar yaitu, lokomotor, gerak non lokomotor serta gerak manipulatif. Pengertian dari gerak dasar pencak silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan terkendali, yang mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan. Aspek yang dimaksud adalah aspek mental dan spiritual, aspek bela diri,aspek olahraga, serta aspek seni budaya. Pencak silat merupakan cabang olahraga yang cukup lengkap untuk dipelajari karena memiliki empat aspek yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan (Johansyah Lubis, 2014: 17)

1. Teknik kuda-kuda

    Teknik kuda-kuda merupakan teknik dasar pencak silat yang sebaiknya dipelajari pertama kali. Teknik ini dilakukan dengan cara menapakkan kaki agar tubuh menjadi seimbang saat menyerang maupun bertahan. Ada enam jenis kuda-kuda dalam pencak silat, yaitu kuda-kuda depan, kuda-kuda tengah, kuda-kuda belakang, kuda-kuda samping, kuda-kuda silang, serta kuda-kuda depan dan belakang

Kuda-kuda adalah teknik yang memperlihatkan sikap dari kedua kaki dalam keadaan statis. Teknik kuda-kuda juga digunkan sebagai latihan dasar pencak silat dalam memperkuat otot kaki. Dalam melakukan kudakuda, otot yang dominan adalah qudriseps femoris dan hamstring

2. Teknik pukulan





Teknik pukulan merupakan salah satu teknik dasar yang cukup penting dalam pencak silat. Gerakan ini bisa dilakukan baik dalam kondisi menyerang maupun saat bertahan. Ada empat jenis pukulan pada pencak silat, yaitu pukulan lurus, pukulan tegak, pukulan bandul, dan pukulan melingkar.

 

·         Pukulan lurus dilakukan dengan salah satu tangan untuk memukul ke arah depan dengan sasarah bagian dada lawan.

·         Pukulan tegak dilakukan dengan sasaran bagian bahu atau sendi bahu lawan

·         Pukulan bandul dilakukan dengan mengayunkan salah satu tangan yang berbentuk kepalan ke lawan dengan sasaran ulu hati.

·         Pukulan melingkar dilakukan dengan gerakan melingkar dan sasarannya adalah bagian pinggang lawan

narasi

 Menurut saya, Pukulan adalah gerakan yang menggunakan tangan dan lengan. dengan gerakan terstruktur dan memiliki beragam teknik beserta stimulus dan reaksinya lawan  bertujuan untuk menjatuhkan lawan  

Pendapat ahli

1.    Pukulan merupakan teknik serangan dengan menggunakan tangan atau lengan, berdasarkan lintasan dan perkenaannya meliputi pukulan tusuk, pukulan sangga, pukulan getok, pukulan totok, pukulan tinju, pukulan tampar, pukulan pagut, pukulan cambuk, pukulan busur, pukulan lingkar, pukulan tebas, pukulan papas,pukulan depan, dan pukulan samping Mulyana (2014:119).

Jadi dari definisi para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa tangan dan lengan merupakan teknik serangan pukulan. Teknik pukulan sendiri harus memiliki sasaran (bagian-bagian tubuh yang boleh diserang atau dipukul), bidang sasaran  (pukulan yang digunakan kepalan tangan), dan lintasan (sesuai dengan peraturan yang ada pukulan harus lurus). Teknik pukulan yang baik dan benar sendiri memiliki tujuan agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan seperti cidera

3. Teknik Tendangan



Teknik tendangan pada pencak silat merupakan salah satu teknik dasar yang cukup penting. Teknik ini dilakukan untuk kondisi menyerang maupun bertahan. Tendangan ini bisa dilakukan menggunakan bagian punggung kaki, telapak kaki, ujung kaki, atau tumit.

Ada empat jenis tendangan dalam pencak silat, yaitu tendangan samping atau C, tendangan lurus ke depan atau A, tendangan T, dan tendangan melingkar.

narasi

Teknik serangan pencak silat merupakan gerak dasar pencak silat yang sering digunakan dalam suatu latihan masing-masing maupun pertandingan laga pencak silat, serangan sendiri merupakan bagian integral dari belaan atau pertahanan. Karena itu serangan dapat disebut sebagai belaan dan pertahananaktif.

Pendapat ahli

1.    Serangan pencak silat merupakan teknik untuk merebut inisiatif lawan dan membuat lawan tidak dapat melakukan serangan atau belaan, dan semuanyadilakukan secara taktis (Mulyana, 2014:118).

2.    Menurut Aziz (2002:8) karena pencak silat memiliki kekuatan kaki eksplosif yang lebih baik dan terutama kemampuan yang di tubuh bagian bawah.Serangan memiliki 3 konsep kunci utama yang harus diperhatikan seorang pesilat untuk melakukan sebuah serangan yaitu: 1) Sasaran; bagian tubuh yang menjadi tujuan perkenaan serangan, 2) Penyasar atau bidang sasaran; bagian tubuh yang mengenai sasaran, 3) Lintasan; arah pergerakan penyasar.

3.    Rahayuni (2014:28) hanya terdapat 2 (dua) teknik serangan yaitu: 1)serangan tangan (pukulan lurus, bandul, sangkol, tebak, totok, dan sikutan), 2) serangan kaki (tendangan depan, tendangan sabit, tendangan belakang, dan tendangan T). Tendangan samping atau C yaitu teknik menendang menggunakan bagian punggung kaki Tendangan lurus ke depan atau A yaitu tendangan dengan cara menghentakkan telapak kaki sejajar dengan bahuTendangan T yaitu tendangan samping yang dilakukan menggunakan hentakan kaki Tendangan melingkar yaitu tendangan yang dilakukan dengan menghentakkan punggung kaki secara melingkar

4. Teknik Tangkisan



Teknik tangkisan merupakan suatu teknik dalam pencak silat yang dilakukan untuk bertahan dari serangan lawan. Ada empat jenis teknik tangkisan yaitu tangkisan dalam, tangkisan luar, tangkisan atas, dan tangkisan bawah.

·         Tangkisan dalam dilakukan dengan bagian tangan bergerak dari luar ke dalam sejajar dengan bahu

·         Tangkisan luar dilakukan dengan bagian tangan bergerak dari dalam ke luar sejajar dengan bahu

·         Tangkisan atas bertujuan untuk melindungi kepala dari serangan lawan menggunakan tangan atau siku

·         Tangkisan bawah dilakukan dengan posisi tangan seperti huruf X untuk menangkis serangan lawan dan melindungi bagian kemaluan

 

5. Teknik Guntingan

Teknik guntingan merupakan salah satu teknik dalam pencak silat yang dilakukan seperti gerakan menggunting. Tujuan dari gerakan ini yaitu untuk menjatuhkan lawan dengan cara menyerang kuda-kuda lawan. Guntingan dilakukan dengan menggabungkan tendangan dan jepitan agar lawan terkunci dan bisa jatuh.

6. Teknik Kuncian

Sesuai dengan namanya, teknik kuncian pada pencak silat diartikan sebagai gerakan yang dilakukan untuk mengunci pergerakan lawan. Teknik ini biasanya dilakukan dengan menyasar bagian vital dari tubuh, misalnya leher, pergelangan tangan, atau dagu lawan. Hal ini dilakukan agar lawan tidak berdaya atau tidak bisa bergerak.

 

Daftar Referensi

https://www.jurnalponsel.com/pencak-silat/

http://eprints.umm.ac.id/54991/3/BAB%20II.pdf

https://www.google.com/search?q=GAMBAR+TEKNIK+TEKNIK+PENCAK+SILAT&tbm=isch&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiDqYa4p5HzAhXNAncKHT84Dx8Q3VZ6BAgBEBI&biw=1349&bih=625

http://eprints.umm.ac.id/35627/3/jiptummpp-gdl-sarjianto-49348-3-babii.pdf

 Penjasorkes. 2021. http://www.penjasorkes.com/2017/09/6-teknik-dasar-pencak-silat-kuda-kuda.html di uploadpada  Sabtu, 05 Juni 2021. diakses pada 20 September 2021 pukul 11.30 WIB

 

Rabu, 08 September 2021

Sejarah Pencak Silat (4)

Pembelajaran Pecak Silat

Nama              : Riswani

NPM               : 2006104020110

Unit                 : 4 (empat)

Pertemuan     : 4


gambar peragaan silat


Di Indonesia, nama pencak silat digunakan sejak 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang ada di Indonesia. Awalnya pencak merupakan nama yang digunakan di Jawa, sedangkan silat digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Namun seiring berjalannya waktu, istilah pencak digunakan pada atraksi yang lebih mengedepankan unsur seni dan keindahan gerakan. Sedangkan istilah silat digunakan untuk atraksi yang mengedepankan unsur pertarungan

Sejarah Pencak Silat

Pencak silat merupakan salah satu jenis kesenian dan juga olahraga yaitu seni bela diri yang berasal dari Asia Tenggara di antaranya Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina, Thailand, dan juga Indonesia Negara kita. Pencak silat ini merupakan tradisi kesenian yang di sebar melalui tradisi Melayu Nusantara. Hingga seiring berjalannya waktu, jenis kesenian bela diri ini juga mulai tersebar ke Negara Vietnam yang disebarkan oleh orang Indonesia. Hingga kini Negara Vietnam melahirkan pesilat-pesilat yang tangguh dan mendirikan organisasi induk pencak silat di Negara Indonesia yang diberi nama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Silat diperkirakan menyebar di Kepulauan Nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat ditentukan secara pasti. Kerajaan-kerajaan besar, seperti Sriwijaya dan Majapahit disebutkan memiliki pendekar-pendekar besar yang menguasai ilmu bela diri dan dapat menghimpun prajurit-prajurit yang kemahirannya dalam pembelaan diri dapat diandalkan.Peneliti silat Donald F. Draeger berpendapat bahwa bukti adanya seni bela diri bisa dilihat dari berbagai artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik (Hindu-Buddha) serta pada pahatan relief-relief yang berisikan sikap-sikap kuda-kuda silat di candi Prambanan dan Borobudur. Dalam bukunya, Draeger menuliskan bahwa senjata dan seni beladiri silat adalah tak terpisahkan, bukan hanya dalam olah tubuh saja, melainkan juga pada hubungan spiritual yang terkait erat dengan kebudayaan Indonesia.Sementara itu Sheikh Shamsuddin berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu bela diri dari Tiongkok dan India dalam silat. Hal ini karena sejak awal kebudayaan Melayu telah mendapat pengaruh dari kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Tiongkok, dan mancanegara lainnya.

Seorang pendekar Bali sedang memperagakan silat.

Pencak silat telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat rumpun Melayu dalam berbagai nama.Di Semenanjung Malaysia dan Singapura, silat lebih dikenal dengan nama alirannya yaitu gayong dan cekak. Di Thailand, pencak silat dikenal dengan nama bersilat, dan di Filipina selatan dikenal dengan nama pasilat. Dari namanya, dapat diketahui bahwa istilah "silat" paling banyak menyebar luas, sehingga diduga bahwa bela diri ini menyebar dari Sumatra ke berbagai kawasan di rantau Asia Tenggara.

Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid, sehingga catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Sejarah silat dikisahkan melalui legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain. Legenda Minangkabau, silat (bahasa Minangkabau: silek) diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapi pada abad ke-11. Kemudian silek dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara. Demikian pula cerita rakyat mengenai asal mula silat aliran Cimande, yang mengisahkan seorang perempuan yang mencontoh gerakan pertarungan antara harimau dan monyet. Setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan (pendekar) yang dibanggakan, misalnya Prabu Siliwangi sebagai tokoh pencak silat Sunda Pajajaran, Hang Tuah panglima Malaka,Gajah Mada mahapatih Majapahit dan Si Pitung dari Betawi.

 

Perkembangan silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum penyebar agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. Kala itu pencak silat diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau atau pesantren. Silat menjadi bagian dari latihan spiritual. Dalam budaya beberapa suku bangsa di Indonesia, pencak silat merupakan bagian tak terpisahkan dalam upacara adatnya. Misalnya kesenian tari Randai yang tak lain adalah gerakan silek Minangkabau kerap ditampilkan dalam berbagai perhelatan dan acara adat Minangkabau. Dalam prosesi pernikahan adat Betawi terdapat tradisi "palang pintu", yaitu peragaan silat Betawi yang dikemas dalam sebuah sandiwara kecil. Acara ini biasanya digelar sebelum akad nikah, yaitu sebuah drama kecil yang menceritakan rombongan pengantin pria dalam perjalanannya menuju rumah pengantin wanita dihadang oleh jawara (pendekar) kampung setempat yang dikisahkan juga menaruh hati kepada pengantin wanita. Maka terjadilah pertarungan silat di tengah jalan antara jawara-jawara penghadang dengan pendekar-pendekar pengiring pengantin pria yang tentu saja dimenangkan oleh para pengawal pengantin pria.

Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah asing. Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, tercatat para pendekar yang mengangkat senjata, seperti Panembahan Senopati, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teungku Chik di Tiro, Teuku Umar, Tuanku Imam Bonjol, serta para pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.

Menyadari pentingnya mengembangkan peranan pencak silat maka dirasa perlu adanya organisasi pencak silat yang bersifat nasional, yang dapat pula mengikat aliran-aliran pencak silat di seluruh Indonesia. Pada tanggal 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kini IPSI tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di dunia.

Pada 11 Maret 1980, Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) didirikan atas prakarsa Eddie M. Nalapraya (Indonesia), yang saat itu menjabat ketua IPSI. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Keempat negara itu termasuk Indonesia, ditetapkan sebagai pendiri Persilat.

 

Beberapa organisasi silat nasional antara lain adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia, Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia, Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura, dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brunei. Telah tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olahraga dalam pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam ajang SEA Games.

 

DAFTAR REPERENSI

Adara Primadia.

2017. https://sejarahlengkap.com/olahraga/sejarah-pencak-silat. Diposting tanggal,  24 juli 2017. Diakases tanggal, 8 september 2021 pukul 13.00 WIB

 

Bilal Syahid.

2021. https://www.gurupendidikan.co.id/pencak-silat/. Diposting tanggal, 9 Juli 2021. Diakses tanggal, 8 september 2021, pukul 13.20 WIB

 

Wikipedia bahasa Indonesia.

2021. https://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat.

Diposting tanggal, 8 Agustus 2021, pukul 15.40 WIB. Diakses pada 8 september 2021, pukul 13.42

 

 

 

PERCAYA DIRI DALAM OLAHRAGA

 Hakim (2002) menyatakan kepercayaan diri dapat diartikan sebagai suatu keyakinan sesorang dari segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan ...