Jumat, 08 Januari 2021
Pengembangan proses belajar mengajar
Rabu, 06 Januari 2021
Kesehatan Mental
Pengertian Kesehatan Mental
Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang.
Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.
Beberapa jenis gangguan mental yang umum ditemukan, antara lain depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan psikosis. Beberapa penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, seperti postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan.
Gejala Kesehatan Mental
Gangguan mental atau penyakit mental dapat diawali dengan beberapa gejala berikut ini, antara lain:
- Berteriak atau berkelahi dengan keluarga dan teman-teman.
- Delusi, paranoia, atau halusinasi.
- Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi.
- Ketakutan, kekhawatiran, atau perasaan bersalah yang selalu menghantui.
- Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
- Marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan.
- Memiliki pengalaman dan kenangan buruk yang tidak dapat dilupakan.
- Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
- Menarik diri dari orang-orang dan kegiatan sehari-hari.
- Mendengar suara atau mempercayai sesuatu yang tidak benar.
- Mengalami nyeri yang tidak dapat dijelaskan.
- Mengalami perubahan suasana hati drastis yang menyebabkan masalah dalam hubungan dengan orang lain.
- Merasa bingung, pelupa, marah, tersinggung, cemas, kesal, khawatir, dan takut yang tidak biasa.
- Merasa sedih, tidak berarti, tidak berdaya, putus asa, atau tanpa harapan.
- Merokok, minum alkohol lebih dari biasanya, atau bahkan menggunakan narkoba.
- Perubahan drastis dalam kebiasaan makan, seperti makan terlalu banyak atau terlalu sedikit.
- Perubahan gairah seks.
- Rasa lelah yang signifikan, energi menurun, atau mengalami masalah tidur.
- Tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti merawat anak atau pergi ke sekolah atau tempat kerja.
- Tidak mampu memahami situasi dan orang-orang.
Penyebab Kesehatan Mental
Beberapa penyebab umum dari gangguan mental, antara lain:
- Cedera kepala.
- Faktor genetik atau terdapat riwayat pengidap gangguan mental dalam keluarga.
- Kekerasan dalam rumah tangga atau pelecehan lainnya.
- Kekerasan pada anak atau riwayat kekerasan pada masa kanak-kanak.
- Memiliki kelainan senyawa kimia otak atau gangguan pada otak.
- Mengalami diskriminasi dan stigma.
- Mengalami kehilangan atau kematian seseorang yang sangat dekat.
- Mengalami kerugian sosial, seperti masalah kemiskinan atau utang.
- Merawat anggota keluarga atau teman yang sakit kronis.
- Pengangguran, kehilangan pekerjaan, atau tunawisma.
- Pengaruh zat racun, alkohol, atau obat-obatan yang dapat merusak otak.
- Stres berat yang dialami dalam waktu yang lama.
- Terisolasi secara sosial atau merasa kesepian.
- Tinggal di lingkungan perumahan yang buruk.
- Trauma signifikan, seperti pertempuran militer, kecelakaan serius, atau kejahatan dan yang pernah dialami.
Faktor Risiko Kesehatan Mental
Beberapa faktor risiko gangguan mental, antara lain:
- Perempuan memiliki risiko tinggi mengidap depresi dan kecemasan, sedangkan laki-laki memiliki risiko mengidap ketergantungan zat dan antisosial.
- Perempuan setelah melahirkan.
- Memiliki masalah di masa kanak-kanak atau masalah gaya hidup.
- Memiliki profesi yang memicu stres, seperti dokter dan pengusaha.
- Memiliki riwayat anggota keluarga atau keluarga dengan penyakit mental.
- Memiliki riwayat kelahiran dengan kelainan pada otak.
- Memiliki riwayat penyakit mental sebelumnya.
- Mengalami kegagalan dalam hidup, seperti sekolah atau kehidupan kerja.
- Menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan terlarang.
Diagnosis Kesehatan Mental
Dokter ahli jiwa atau psikiater akan mendiagnosis suatu gangguan mental dengan diawali suatu wawancara medis dan wawancara psikiatri lengkap mengenai riwayat perjalanan gejala pada pengidap serta riwayat penyakit pada keluarga pengidap. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik yang menyeluruh untuk mengeliminasi kemungkinan adanya penyakit lain.
Jika diperlukan, dokter akan meminta untuk dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan fungsi tiroid, skrining alkohol dan obat-obatan, serta CT scan untuk mengetahui adanya kelainan pada otak pengidap. Jika kemungkinan adanya penyakit lain sudah dieliminasi, dokter akan memberikan obat dan rencana terapi untuk membantu mengelola emosi pengidap.
Pencegahan Kesehatan Mental
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan mental, yaitu:
- Melakukan aktivitas fisik dan tetap aktif secara fisik.
- Membantu orang lain dengan tulus.
- Memelihara pikiran yang positif.
- Memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah.
- Mencari bantuan profesional jika diperlukan.
- Menjaga hubungan baik dengan orang lain.
- Menjaga kecukupan tidur dan istirahat.
Pengobatan Kesehatan Mental
Beberapa pilihan pengobatan yang akan dilakukan dokter dalam menangani gangguan mental, antara lain:
- Psikoterapi. Psikoterapi merupakan terapi bicara yang memberikan media yang aman untuk pengidap dalam mengungkapkan perasaan dan meminta saran. Psikiater akan memberikan bantuan dengan membimbing pengidap dalam mengontrol perasaan. Psikoterapi beserta perawatan dengan menggunakan obat-obatan merupakan cara yang paling efektif untuk mengobati penyakit mental. Beberapa contoh psikoterapi, antara lain cognitive behavioral therapy, exposure therapy, dialectical behavior therapy, dan sebagainya.
- Obat-obatan. Pemberian obat-obatan untuk mengobati penyakit mental umumnya bertujuan untuk mengubah senyawa kimia otak di otak. Obat-obatan tersebut berupa golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRIs), dan antidepresan trisiklik. Obat-obatan ini umumnya dikombinasikan dengan psikoterapi untuk hasil pengobatan yang lebih efektif.
- Rawat inap. Rawat inap diperlukan jika pengidap membutuhkan pemantauan ketat terhadap gejala-gejala penyakit yang dialaminya atau terdapat kegawatdaruratan di bidang psikiatri, misalnya percobaan bunuh diri.
- Support group. Support group umumnya beranggotakan pengidap penyakit mental yang sejenis atau yang sudah dapat mengendalikan emosinya dengan baik. Mereka berkumpul untuk berbagi pengalaman dan membimbing satu sama lain menuju pemulihan.
- Stimulasi otak. Stimulasi otak berupa terapi elektrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial, pengobatan eksperimental yang disebut stimulasi otak dalam, dan stimulasi saraf vagus.
- Pengobatan terhadap penyalahgunaan zat. Pengobatan ini dilakukan pada pengidap penyakit mental yang disebabkan oleh ketergantungan akibat penyalahgunaan zat terlarang.
- Membuat rencana bagi diri sendiri, misalnya mengatur gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari, untuk melawan penyakit mental. Rencana ini bertujuan untuk memantau kesehatan, membantu proses pemulihan, dan mengenali pemicu atau tanda-tanda peringatan penyakit.
Hal- hal yang tentang penyakit

Hal- hal yang tentang penyakit
Tubuh sering sakit-sakitan bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari lemahnya daya tahan tubuh atau seringnya terpapar kuman, virus, atau parasit. Hal ini bisa disebabkan gaya hidup yang kurang sehat, lingkungan hidup yang tidak higienis, hingga gangguan kesehatan tertentu.
Berbagai jenis kuman, virus, dan parasit dapat menyebabkan infeksi pada tubuh, sehingga membuat tubuh sakit-sakitan. Namun untuk menanggulanginya, tubuh sebetulnya memiliki sistem pertahanan alami yang disebut dengan sistem kekebalan tubuh
Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun terdiri dari zat antibodi, sel, jaringan, dan organ tertentu, mulai dari sel darah putih, limpa, sumsum tulang, kelenjar getah bening, hingga tameng alami tubuh, seperti kulit dan rambut, serta lendir di jaringan mukosa tubuh.
Ketika sistem kekebalan tubuh lemah atau bermasalah, maka tubuh bisa menjadi lebih rentan terserang penyakit.
Penyebab Tubuh Sering Sakit-sakitan
Hampir setiap orang pasti pernah mengalami sakit, baik sakit kepala, sakit perut, demam, pilek, dan batuk. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadi dan menandakan bahwa daya tahan tubuh sedang aktif bekerja untuk melawan infeksi.
Tetapi bila tubuh sering sakit-sakitan, ada beberapa faktor yang dapat menjadi kemungkinan penyebabnya, yaitu:
1. Pola makan kurang sehat
Daya tahan tubuh yang kuat bisa Anda miliki dengan banyak mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi, seperti antioksidan, protein, omega-3, serta vitamin dan mineral. Contohnya adalah sayur dan buah-buahan, telur, ikan, kerang, kacang, yoghurt, dan biji-bijian, seperti gandum.
Sebaliknya, kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat dapat membuat daya tahan tubuh lemah dan rentan sakit. Karena itu, kurangilah konsumsi makanan yang tidak sehat, seperti makanan cepat saji atau makanan tinggi lemak jenuh, terlalu asin, atau terlalu manis.
Hindari pula kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak higienis, makanan yang mentah, setengah matang, atau makanan yang sudah basi karena makanan tersebut mengandung kuman dan parasit penyebab infeksi.
2. Kekurangan cairan
Selain makanan sehat, perbanyak konsumsi cairan, mulai dari air putih, teh, dan jus buah, juga bisa mencegah Anda sakit-sakitan. Dengan mencukupi kebutuhan cairan tiap harinya, asupan nutrisi ke seluruh sel di dalam tubuh akan terjaga dan organ tubuh dapat berfungsi secara normal.
Air juga berfungsi untuk melembabkan area mulut, hidung, dan tenggorokan agar virus dan kuman tidak mudah masuk. Oleh sebab itu, risiko Anda terserang penyakit akan lebih tinggi jika tubuh kekurangan cairan. Tak hanya itu, kurang minum air juga bisa meningkatkan risiko tubuh untuk mengalami dehidrasi.
Hindari konsumsi minuman beralkohol berlebihan karena dapat menganggu kesehatan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
3. Stres berkepanjangan
Stres yang terjadi sesekali dan mereda setelah penyebabnya diatasi adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.
Akan tetapi, jika Anda merasa stres berat dan berkepanjangan atau stres sudah menimbulkan masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan cemas, maka dampaknya bisa membuat daya tahan tubuh lemah. Akibatnya, tubuh pun akan menjadi mudah jatuh sakit.
4. Kurang tidur
Berbagai penelitian menyatakan bahwa kebiasaan kurang tidur dapat menurunkan kemampuan alami tubuh dalam melawan infeksi. Tak hanya itu, kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.
Karena itu, Anda disarankan untuk tidak sering begadang dan tidurlah pada jadwal yang teratur, dengan durasi 7 – 9 jam setiap malamnya.
5. Malas mencuci tangan
Saat beraktivitas sepanjang hari, tanpa disadari tangan Anda mungkin telah menyentuh sesuatu yang kotor dan terdapat virus dan bakteri. Misalnya, saat mengganti popok bayi, setelah buang air kecil atau besar, memegang gagang pintu, bahkan saat menyentuh layar HP.
Karena itu, jika Anda jarang atau malas cuci tangan, maka kebiasaan ini dapat meningkatkan peluang kuman dan virus yang ada di tangan masuk ke tubuh melalui mulut, hidung, atau mata. Oleh karena itu, Anda perlu rutin membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan benar agar tubuh tidak mudah sakit-sakitan.
6. Kurang menjaga kebersihan
Kebersihan tubuh dan lingkungan memegang peranan penting dalam mencegah penyakit infeksi. Ketika kebersihan atau sanitasi tidak terjaga, maka kuman, virus, dan parasit penyebab infeksi akan mudah berkembang biak dan menyerang tubuh Anda.
Jika sudah demikian, Anda tetap akan rentan terkena infeksi meski sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik.
Jadi, penting untuk rutin membersihkan rumah, tidak membuang sampah sembarangan, rajin mencuci tangan, dan sering menyikat gigi agar kebersihan tubuh terjaga dan tidak mudah terserang penyakit.
7. Kondisi medis tertentu
Selain beberapa akibat beberapa faktor di atas, melemahnya daya tahan tubuh juga bisa disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu, di antaranya:
- Efek samping obat-obatan, seperti kemoterapi.
- Pernah menjalan operasi pengangkatan limpa (splenektomi).
- HIV/AIDS.
- Leukopenia atau kondisi rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh, sehingga tubuh menjadi rentan terhadap infeksi.
- Kelainan genetik, misalnya sindrom DiGeorge.
- Malnutrisi
Sakit-sakitan yang disebabkan oleh pola hidup tidak sehat dapat dicegah dan diatasi dengan menerapkan gaya hidup sehat, menjalani pola makan sehat dan seimbang, istirahat cukup, rutin berolahraga, tidak merokok, dan melengkapi imunisasi.
Jika terjadi sesekali, tubuh yang sakit-sakitan mungkin bukanlah disebabkan oleh hal yang berbahaya. Namun, jika tubuh sering sakit-sakitan hingga membuat Anda sering tidak masuk kerja atau sekolah, maka sebaiknya kondisi ini diperiksakan ke dokter karena bisa saja disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu.
Rabu, 16 Desember 2020
PELAKSANAAN PROGRAM POKOK UKS
Pengertian Trias UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) adalah tiga program pokok UKS (Usaha Kesehatan Sekolah), yakni Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
UKS secara langsung
berhubungan dengan Promosi kesehatan di sekolah yang merupakan suatu upaya
untuk menciptakan sekolah menjadi suatu komunitas yang mampu meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat sekolah melalui 3 kegiatan utama ;
a) Penciptaan lingkungan sekolah yang sehat,
b) Pemeliharaan dan pelayanan kesehatan
di sekolah,
c) Upaya pendidikan yang
berkesinambungan.
Mengikutsertakan secara aktif guru , murid dan orang tua murid dalam usaha
:
a)
Memberikan pendidikan kesehatan dalam
rangka menanamkan kebiasaan hidup sehat sehari-hari
b)
Mengawasi kesehatan anak murid serta
mengenal kelainan kesehatan sedini mungkin
c)
Melakukan pertolongan pertama pada
kecelakaan dan pengobatan
Rabu, 25 November 2020
PROSES PENDIDIKAN HIDUP SEHAT
Proses Pendidikan Hidup Sehat
Pendidikan tidak lepas dari proses belajar, dan faktor-faktor manusia yang berperan dalam proses belajar adalah kematangan, pengetahuan dan motivasi. Menurut Notoadmodjo (2003), pendidikan kesehatan adalah suatu bentuk intervensi atau upaya yang ditujukan kepada perilaku, agar perilaku tersebut kondusif untuk kesehatan. Untuk mengubah pemahaman perilaku belum sehat menjadi perilaku sehat. Menurut Azwar (1983), membagi menjadi 3 macam, yaitu:
1) Perilaku yang menjadikan kesehatan sebagai suatu yang bernilai di masyarakat sehingga kader kesehatan mempunyai tanggung jawab didalam penyuluhannya mengarahkan cara hidup sehat menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari.
2) Secara mandiri mampu menciptakan perilaku sehat bagi dirinya sendiri maupun kelompok, dalam hal ini pelayanan kesehatan dasar diarahkan agar dikelola sendiri oleh masyarakat dalam bentuk yang nyata contohnya adalah posyandu.
3) Mendorong perkembangan dan penggunaan sarana pelayanan kesehatan yang ada secara tepat.
Dari batasan ini tersirat unsur-unsur pendidikan yakni: input adalah sasaran pendidikan (individu, kelompok, masyarakat) dan pendidik (pelaku pendidikan); proses (upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain); output (melakukan apa yang diharapkan atau perilaku).Proses pendidikan tersebut berlangsung didalam suatu lingkungan pendidikan atau tempat dimana pendidikan itu berlangsung, biasanya dibedakan menjadi tiga yaitu tri pusat pendidikan yaitu didalam keluarga (pendidikan informal), didalamsekolah (pendidikan formal), dan didalam masyarakat.
Proses pendidikan kesehatan juga mengikuti proses tersebut, dan unsur-unsurnya pun sama. Yang bertindak selaku pendidik kesehatan disini adalah semuapetugas kesehatan dan siapa saja yang berusaha untuk mempengaruhi individu ataumasyarakat guna meningkatkan kesehatan mereka. Karena itu individu, kelompokataupun masyarakat, disamping dianggap sebagai sasaran (obyek) pendidikan, juga dapat berlaku sebagai subyek(pelaku) pendidikan kesehatan masyarakat apabila mereka di ikutsertakan didalam usaha kesehatan masyarakat. Yang diartikan anak didik atau sasaran pendidikan adalah masyarakat atau individu, baik yang sakit maupun yang tidak belum sakit, baik anak-anak maupun orang dewasa. Jadi,lingkungan pendidikan kesehatan juga mengikuti tri pusat pendidikan, yaitu :
- lingkungan keluarga
- lingkungan sekolah
- lingkungan eksternal
- Promosi (pengenalan) ''pelayanan''
- Pencegahan (Preventif) ''datang kepuskesmas jika sudah merasa tidak enak badan''
- Kuratif (Penyembuhan) '' di berikan obat''
- Pemulihan
Rabu, 04 November 2020
PENYAKIT
Jamur kuku ( nail fungus)
Penyakit
pada dasarnya tidak baik, dan kondisi buruk seseorang disebabkan bakteti, virus, dsb

Jamur kuku adalah infeksi jamur yang terjadi pada kuku tangan maupun kuku kaki. Kondisi yang juga dikenal dengan nama tinea unguium atau onkomikosis ini dapat dialami oleh siapa saja, terutama lansia. Umumnya, jamur kuku bukanlah kondisi yang berbahaya.
Pada awal kemunculannya, jamur kuku sering ditandai dengan bintik putih atau kuning pada ujung kuku. Lama kelamaan, kuku akan berubah warna, menebal, dan ujungnya menjadi rapuh.
Penyebab Jamur KukuPenyebab jamur kuku atau onkomikosis adalah infeksi jamur. Jamur yang menyebabkan infeksi umumnya adalah jamur dermatofit. Terdapat beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena jamur kuku.
Salah satu faktor risikonya adalah pertambahan usia. Jamur kuku lebih rentan terjadi pada lansia sebab kuku lansia cenderung rapuh dan kering. Hal ini menyebabkan kuku mudah retak, sehingga dapat dimasuki oleh jamur.
Selain karena faktor usia, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jamur kuku, yaitu:
- Sirkulasi darah yang buruk, misalnya pada penyakit arteri perifer.
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penderita HIV/AIDS atau diabetes.
- Berkeringat banyak.
- Menderita kutu air.
- Menderita psoriasis, karena sering mengalami luka pada kulit di sekitar kuku.
- Sering berjalan tanpa alas kaki di tempat yang lembab dan penuh kerumunan orang, seperti di kamar mandi umum atau area sekitar kolam renang.
- Memiliki pekerjaan atau hobi yang sering bersentuhan dengan air.
Gejala Jamur Kuku
Jamur kuku atau tinea unguium dapat menyerang kuku tangan, namun kondisi ini lebih sering muncul pada kuku kaki. Beberapa kelainan pada kuku di bawah ini bisa menandakan adanya jamur kuku:
- Kuku menebal.
- Muncul bintik-bintik putih pada kuku.
- Kuku berubah warna menjadi putih, kuning kecoklatan, atau kehitaman.
- Kuku menjadi kasar dan rapuh.
- Kuku terpisah dengan kulit jari tempatnya menempel.
- Timbul bau yang tidak sedap pada kuku.
Kapan harus ke dokter
Bila timbul kelainan pada kuku seperti yang telah disebutkan di atas, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan pengobatan. Pengobatan jamur kuku membutuhkan waktu yang lama. Selama pengobatan, pasien perlu terus kontrol ke dokter untuk mengetahui perkembangan penyakit dan mengevaluasi pengobatan.
Penderita diabetes perlu rutin berobat ke dokter untuk mencegah komplikasi diabetes lebih lanjut, seperti infeksi jamur kuku.
Diagnosis Jamur Kuku
Dari kelainan kuku yang muncul, dokter akan melakukan pemeriksaan kuku untuk mendiagnosis jamur kuku. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang kerokan kuku untuk memastikan diagnosis. Sampel kerokan kuku tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut.
Pengobatan Jamur Kuku
Jenis dan lamanya pengobatan jamur kuku dapat berbeda-beda, tergantung seberapa parah infeksi jamur kuku dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Untuk mengobati jamur kuku, dokter dapat meresepkan obat antijamur dalam bentuk:
Obat pelapis kuku
Dokter dapat memberikan ciclopirox yang berbentuk seperti kuteks. Obat pelapis kuku ini digunakan dengan cara dioleskan pada kuku dan kulit di sekitarnya, satu kali sehari.
Setiap 7 hari pasien perlu membersihkan lapisan kuku tersebut dengan alkohol sebelum melapisinya lagi dengan ciclopirox. Jika diperlukan, obat pelapis kuku ini dapat digunakan setiap hari selama setahun sesuai anjuran dokter.
Obat krim kuku
Dokter dapat memberikan krim antijamur untuk dioleskan. Namun sebelum mengoleskan krim antijamur, penderita perlu menipiskan kuku terlebih dahulu dengan losion khusus ataupun dengan kikir kuku. Kuku juga perlu direndam dulu agar lunak.
Obat oral antijamur
Obat antijamur yang diminum dapat menyembuhkan infeksi lebih cepat daripada obat oles. Contoh obat ini adalah terbinafine dan itraconazole. Obat antijamur diminum selama 6-12 minggu, namun dibutuhkan waktu lebih dari 4 bulan hingga kondisi kuku kembali normal.
Pengobatan jamur kuku dapat berlangsung lama, hingga beberapa bulan. Walaupun kondisinya sudah membaik, tidak menutup kemungkinan infeksi jamur kuku dapat berulang.
Selain hanya dengan obat-obatan, pengobatan jamur kuku dapat dikombinasikan dengan pembedahan. Dokter akan mengangkat kuku yang bermasalah terlebih dahulu, sehingga obat antijamur dapat dioleskan langsung ke bagian bawah kuku yang terinfeksi. Selain itu, bila infeksinya semakin parah, dokter juga dapat merekomendasikan untuk menghilangkan kuku secara permanen.
Komplikasi Jamur Kuku
Jamur kuku yang sudah parah dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kuku. Kerusakan itu dapat menyebabkan infeksi serius yang bisa menyebar ke kulit kaki atau tangan (selulitis), terutama jika penderitanya memiliki daya tahan tubuh yang melemah, misalnya akibat penggunaan obat-obatan imunosupresan dan diabetes.
Pencegahan Jamur Kuku
Karena lebih berisiko mengalami infeksi jamur, penderita diabetes perlu lebih sering memeriksa kakinya untuk melihat apakah ada luka, robek, atau perubahan pada kuku. Selain itu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan penderita diabetes untuk mencegah jamur kuku, antara lain:
- Rutin berolahraga
- Mengonsumsi makanan sehat
- Minum sesuai dengan resep dokter
- Rutin memeriksa kadar gula darah
Untuk mencegah kembalinya infeksi jamur kuku, Anda bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini:
- Rutin mencuci tangan dan kaki. Jangan lupa untuk segera cuci tangan bila menyentuh kuku yang terinfeksi dan gunakan pelembab pada kuku.
- Potong kuku dengan rata, haluskan tepi kuku dan dan daerah kuku yang menebal dengan kikir. Setelah selesai, cuci gunting kuku sampai bersih.
- Hindari berbagi penggunaan barang pribadi, seperti handuk, sepatu, atau gunting kuku, dengan orang lain.
- Buang sepatu yang sudah usang, serta taburkan desinfektan atau bubuk antijamur ke sepatu yang sudah lama tidak dipakai.
- Gunakan kaos kaki yang menyerap keringat dan ganti kaus kaki setiap hari.
- Hindari telanjang kaki di ruang publik, seperti ruang ganti umum atau area kolam renang.
- Hindari menggunakan kuteks atau kuku palsu.
- Pilih salon kuku yang menggunakan alat manikur yang disterilisasi.
KEBUGARAN JASMANI
KEBUGARAN JASMANI DAN KOMPONENNYA
1.Kekuatan (Strength)
Pengertian kekuatan adalah kemampuan otot dalam tubuh untuk memikul beban atau melakukan aktivitas. Setiap individu memiliki batas kemampuan masing-masing dalam menggunakan ototnya untuk melakukan aktivitas.
Kekuatan otot dapat ditingkatkan dengan melakukan berbagai latihan fisik secara rutin dan teratur.
2. Daya Tahan (Endurance)
Pengertian daya tahan adalah kesanggupan seseorang dalam menggunakan organ tubuhnya, seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan lain-lain, secara efektif dan efisien. Daya tahan tubuh juga dapat dilatih dan ditingkatkan kemampuannya.
3. Daya Otot (Muscular Power)
Pengertian daya otot adalah kesanggupan dan kemampuan otot dalam menghasilkan kekuatan secara semaksimal mungkin dalam waktu yang cepat. Sebagai contoh, kemampuan seorang atlit angkat besi dalam memikul beban dalam waktu tertentu.
4. Kecepatan (Speed)
Pengertian kecepatan adalah kemampuan otot tubuh dalam melakukan suatu gerakan dalam waktu sesingkat mungkin.
5. Daya lentur (Flexibility)
Pengertian daya lentur adalah kesanggupan tubuh manusia dalam menyesuaikan diri dengan berbagai gerakan yang memerlukan penguluran tubuh atau kelenturan. Bidang olah raga yang menuntut kelenturan tubuh yaitu senam, renang, yoga, balet, dan olah raga lainnya.
6. Kelincahan (Agility)
Pengertian kelincahan adalah kesanggupan otot tubuh melakukan gerakan cepat pada posisi yang berbeda-beda, misalnya gerakan berpindah dari kiri ke kanan, dari depan ke belakang. Kelincahan dibutuhkan dalam beberapa jenis olah raga, misalnya bulu tangkis, sepak bola, tenis lapangan, dan lain-lain.
7. Koordinasi (Coordination)
Definisi koordinasi adalah kemampuan tubuh manusia dalam mengintegrasikan beberapa gerakan cepat secara efektif. Salah satu contoh koordinasi adalah gerakan mengontrol bola (juggling) dimana terjadi koordinasi antara gerakan kepala, bahu, kaki, dan anggota tubuh lainnya.
8. Keseimbangan (Balance)
Pengertian keseimbangan adalah kemampuan tubuh dalam mengontrol syaraf dan organ tubuh sehinggap dapat mengendalikan kegiatan tubuh dengan baik. Semua aktivitas manusia membutuhkan kemampuan keseimbangan.
9. Ketepatan (Accuracy)
Yang dimaksud dengan ketepatan adalah kemampuan tubuh dalam mengendalikan gerakan dan membidik target dengan tepat. Beberapa olah raga yang menuntut akurasi adalah memanah, bowling, golf, bola basket, dan lain-lain.
10. Reaksi (Reaction)
Pengertian reaksi adalah kemampuan tubuh memberikan tanggapan dengan cepat terhadap rangsangan dari objek atau orang lain. Sebagian besar jenis olah raga membutuhkan kemampuan reaksi, misalnya reaksi untuk menyerang, menghindar, dan bertahan.
PERCAYA DIRI DALAM OLAHRAGA
Hakim (2002) menyatakan kepercayaan diri dapat diartikan sebagai suatu keyakinan sesorang dari segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan ...
-
Manfaat fisioterapi olahraga dan massage antara lain: Meningkatkan sirkulasi darah dan aliran oksigen ke seluruh tubuh Meredakan nyeri oto...
-
Faktor kebugaran jasmani dan psikologi Sehat/bugar merupakan suatu konsep yang tidak dapat dengan mudah, diartikan meskipun dapat dirasakan ...
-
Terapi panas dan dingin dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit dan pembengkakan pada cedera olahraga. Terapi dingin dapat membantu mere...








