Jumat, 20 Oktober 2023

PERCAYA DIRI DALAM OLAHRAGA

 Hakim (2002) menyatakan kepercayaan diri dapat diartikan sebagai suatu keyakinan sesorang dari segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuat mereka merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya.

pada:

PERCAYA DIRI DALAM OLAHRAGA


Percaya diri dalam olahraga adalah keyakinan yang dimiliki oleh seorang atlet terhadap kemampuannya dalam konteks aktivitas olahraga. Hal ini adalah elemen penting dalam pencapaian prestasi yang baik dalam olahraga. Percaya diri dalam keluarga mencakup beberapa aspek:

1. Keyakinan dalam kemampuan fisik: seorang atlet percaya bahwa ia memiliki kemampuan fisik dalam keterampilan yang diperlukan untuk tampil dengan baik dalam olahraga tertentu. Keyakinan ini mungkin mencakup kekuatan, kecepatan, daya tahan dan keterampilan teknis yang diperlukan dalam olahraga tersebut.

2. Keyakinan dalam strategi dan pengetahuan: selain kemampuan fisik seorang atlet juga perlu memiliki keyakinan dalam pengetahuan dan strategi yang relevan untuk olahraga yang mereka tekuni. Ini melibatkan pemahaman taktik aturan, dan strategi yang dibutuhkan dalam kompetisi.

3. Keyakinan dalam konsentrasi dalam fokus: percaya diri dalam olahraga juga mencangkup kemampuan untuk menjaga konsentrasi dan fokus selama pertandingan. Atlet yang percaya diri mampu mengatasi gangguan dan tekanan mental, yang dapat mempengaruhi kinerja mereka.

4. Keyakinan dalam penanganan tekanan:kompetisi olahraga seringkali melibatkan tekanan tinggi, terutama dalam situasi situasi tertentu titik percaya diri dalam olahraga berarti memiliki keyakinan untuk mengatasi tekanan dan tampil dengan baik di bawah tekanan.

5. Keyakinan dalam keterampilan mental: ini mencakup pemahaman dan penggunaan keterampilan mental seperti visualisasi, relaksasi, dan pengaturan tujuan untuk membantu meningkatkan kinerja. 



PERKEMBANGAN MENTAL PADA REMAJA


Ngeri ngeri ngeri perkembangan mental pada remaja melihat pada perubahan dan perkembangan kognitif yang terjadi selama masa remaja yang umumnya mencakup rentan usia dari awal remaja hingga akhir remaja. Mental adalah istilah yang merujuk pada aspek-aspek kognitif dan emosional individu termasuk pikiran perasaan persepsi dan fungsi kognitif. Sera lebih spesifik mental mencakup:

1. pikiran dua 

2. perasaan 

3. persepsi 

4. fungsi kognitif

Minta juga sering dikaitkan dengan kesehatan mental yang merujuk pada kondisi psikologi dan emosional seseorang. Kesehatan mental yang lebih baik menggambarkan kondisi di mana individu mampu mengolah stres berhubungan secara positif dengan orang lain membuat keputusan yang lebih tepat dan berfungsi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa ciri khas dari periode remaja meliputi;

1. perkembangan fisik: remaja mengalami perubahan fisik yang signifikan seperti pertumbuhan tubuh perkembangan karakteristik seksual sekunder dan perubahan hormonal.

2. perubahan emosional: emosional remaja dapat bervariasi dari ekstansi hingga frustasi dan mereka sering mencari identitas diri dan otonomi yang lebih besar.

3. Perkembangan kognitif: kemampuan berpikir abstrak dan analitis berkembang selama masa remaja ia memungkinkan mereka untuk memahami konsep yang lebih kompleks dan memikirkan dampak masa depan.

4. Perubahan sosial: remaja mulai mencari identitas sosial mereka menjalin hubungan dengan teman sebaya dan berpartisipasi dan aktivitas sosial yang lebih luas.

5. Pendidikan dan karir : periode remaja sering kali melibatkan keputusan penting tentang pendidikan lanjutan dan pilihan karir.

6. Eksperimen dan resiko: remaja dapat lebih cenderung mencoba hal-hal baru yang mengambil resiko ini bisa termasuk mencoba alkohol narkoba atau perilaku beresiko lainnya.

7. Pengembangan nilai dan moral: remaja mulai mengembangkan sistem nilai dan moral mereka seringkali melalui interaksi dengan orang dewasa dan lingkungan sosial mereka.


Ikut beberapa poin tambahan tentang periode remaja:

1 konflik identitas 2 hubungan sosial 3 pendidikan karir 4 kesehatan mental dan fisik 5 responsibilitas baru 6 keterlibatan dalam aktivitas positif 7 pengaruh media sosial dan teknologi.

Masa remaja adalah periode yang menarik dan penuh perubahan dalam kehidupan sehari-hari ini adalah waktu yang penting untuk belajar tumbuh dan membentuk identitas mereka dukungan komunikasi dan pemahaman dari orang dewasa ini sekitar mereka sangat berharga dan membantu mereka menjalani masa ini dengan sukses.

Satu pentingnya pendidikan seks dan kesehatan 2 risiko perilaku 3 peran orang tua dan keluarga tempat kemampuan menghadapi tantangan 5 masa transisi kedewasaan 6 keunikan individu.


Masa remaja adalah periode yang penuh potensi dan perubahan yang signifikan dalam kehidupan seseorang dengan dukungan dan bimbingan yang sesuai remaja dapat tumbuh menjadi individu yang percaya diri sadar dan siap menghadapi tantangan dewasa yang lebih ada di depan.

Satu kendala teknologi 2 kebutuhan akan dukungan dan bimbingan mental 3 hubungan orang tua dan remaja 4 pengaruh teman sebaya 5 pengembangan keterampilan masa depan 6 pentingnya keberagaman dan inklusi 7 penghargaan diri dan body positivity 8 kemampuan dalam keputusan sendiri 6 pemberian kontribusi pada masyarakat.



PEMBELAJARAN EKSPOSITORI


Pelajaran ekspositori adalah pendekatan pembelajaran yang fokus pada penyampaian informasi kepada siswa secara langsung sistematis dan terstruktur

Pembayaran ekspositori efektif dalam menyampaikan informasi yang penting dan menekankan pemahaman konsep. Namun kritik terhadap metode ini adalah bahwa ia mungkin kurang mendorong partisipasi aktif siswa dan pemecahan masalah oleh karena itu beberapa pendidik mencoba mengombinasikan pendekatan ekspositori dengan metode pembelajaran lainnya untuk mencapai keseimbangan yang baik antara pemahaman konsep dan partisipasi siswa.

Beberapa contoh dan strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran ekspositori:

1. Lecture ( kuliah ) : guru atau instruktur memberikan kuliah kepada siswa untuk menjelaskan materi pembelajaran titik dalam hal ini presentasi harus tetap menarik dan interaktif dengan penggunaan ilustrasi contoh konkret dan pertanyaan yang dirancang untuk mendorong pemikiran kritis.

2. Papan tulis atau proyeksi: guru dapat menggunakan papan tulis atau proyeksi untuk menggambar diagram membuat catatan atau menunjukkan rumus matematika titik ini membantu visualisasi konsep-konsep yang diajarkan.

3. Buku teks: siswa dapat menggunakan buku teks untuk membaca dan memahami materi pelajaran yang telah disampaikan oleh guru titik buku teks adalah sumber referensi yang umum digunakan dalam pembelajaran ekspositori.

4. Presentasi audio visual: penggunaan alat bantu audio visual seperti slide presentasi video atau perangkat lunak pembelajaran interaktif dapat membantu penyampaian materi yang lebih menarik dan interaktif.

5. Tanya jawab: setelah guru menyampaikan materi siswa dapat diminta untuk mengajukan pertanyaan atau meminta klarifikasi tentang hal-hal yang mereka tidak paham titik ini dapat mengaktifkan partisipasi siswa dan membantu memastikan pemahaman yang lebih baik.

6. Diskusi kelompok: setelah presentasi siswa dapat dipecahkan menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan materi berbagai pemahaman mereka dan memecahkan masalah bersama diskusi ini membantu siswa menerapkan konsep yang telah diajarkan.

7. Tugas rumah: guru dapat memberikan tugas rumah yang melibatkan pemahaman konsep dan penerapan dalam situasi nyata ini membantu siswa untuk melatih pemikiran sendiri


PERCAYA DIRI DALAM OLAHRAGA

 Hakim (2002) menyatakan kepercayaan diri dapat diartikan sebagai suatu keyakinan sesorang dari segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan ...