Jumat, 08 Januari 2021

Falsafah Pendidikan Kesehatan

 Falsafah Pendidikan Kesehatan


    Pembinaan kegiatan hidup manusia tidak dapat terlepas dari dasar filsafat atau pandangan hidup manusia itu sendiri, terutama terhadap konsep hidup sehat.Keadaan jasmani manusai merupakan gambaran unsur biologis (keturunan) yang terdiri dari berbagai unsur yang menentukan wujud dan bentuk dirinya, dilanjutkan dengan keadaan rohani sebagai wujud curahan kejiwaan dan terakhir keadaan sosial sebagai wujud penampilan diri dalam lingkungan.
     Falsafah pendidikan kesehatan dan olahraga di Indonesia Apakah falsafah itu? Yang dimaksud dengan falsafah disini ialah ilmu kemanusian yang berusaha mencapai kebenaran yang nyata (Rubinson, 1987 hal 35) sebagai bentuk umum dari pemahaman manusia akan arti kehidupan. Sebagai contoh, para ahli filsafat mempersoalkan mengenai siapa sava? Dimana saya berada? Mengapa saya hidup? Atau untuk apa saya hidup?pendidikan jasmani atau olahraga memberi bantuan maksimal bagi pengembangan potensi seseorang secara optimal selama hidupnya, dengan jalan menempatkan dirinya dalam lingkungan yang sangat menunjang pencapaian tujuannya.


Pengembangan proses belajar mengajar

Pengembangan Prosesbelajar Mengajar

    Proses Pembelajaran  merupakan kegiatan belajar mengajar yang berperan dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Dari proses pembelajaran itu akan terjadi sebuah kegiatan timbal balik antara guru dengan siswa untuk menuju tujuan yang lebih baik
    Dalam proses belajar dan mengajar siswa harus mendapatkan pengetahuan dan pemahaman, 
guru sebagai fasilitator memberikan informasi dan mahasiswa atau siswa seharusnya mengembangkan pengetahuan yang telah di berikan guru atau dosen dengan cara membuat makna tersendiri dari informasi yang telah diberikan fasilitator agar ilmu tersebut bukan hanya di ingat namun di fahami juga maknanya 

Rabu, 06 Januari 2021

Kesehatan Mental

Kesehatan Mental



Pengertian Kesehatan Mental

Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang.

Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.

Beberapa jenis gangguan mental yang umum ditemukan, antara lain depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan psikosis. Beberapa penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, seperti postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan.

 

Gejala Kesehatan Mental

Gangguan mental atau penyakit mental dapat diawali dengan beberapa gejala berikut ini, antara lain:

  • Berteriak atau berkelahi dengan keluarga dan teman-teman.
  • Delusi, paranoia, atau halusinasi.
  • Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi.
  • Ketakutan, kekhawatiran, atau perasaan bersalah yang selalu menghantui.
  • Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
  • Marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan.
  • Memiliki pengalaman dan kenangan buruk yang tidak dapat dilupakan.
  • Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
  • Menarik diri dari orang-orang dan kegiatan sehari-hari.
  • Mendengar suara atau mempercayai sesuatu yang tidak benar.
  • Mengalami nyeri yang tidak dapat dijelaskan.
  • Mengalami perubahan suasana hati drastis yang menyebabkan masalah dalam hubungan dengan orang lain.
  • Merasa bingung, pelupa, marah, tersinggung, cemas, kesal, khawatir, dan takut yang tidak biasa.
  • Merasa sedih, tidak berarti, tidak berdaya, putus asa, atau tanpa harapan.
  • Merokok, minum alkohol lebih dari biasanya, atau bahkan menggunakan narkoba.
  • Perubahan drastis dalam kebiasaan makan, seperti makan terlalu banyak atau terlalu sedikit.
  • Perubahan gairah seks.
  • Rasa lelah yang signifikan, energi menurun, atau mengalami masalah tidur.
  • Tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti merawat anak atau pergi ke sekolah atau tempat kerja.
  • Tidak mampu memahami situasi dan orang-orang.

 

Penyebab Kesehatan Mental

Beberapa penyebab umum dari gangguan mental, antara lain:

  • Cedera kepala.
  • Faktor genetik atau terdapat riwayat pengidap gangguan mental dalam keluarga.
  • Kekerasan dalam rumah tangga atau pelecehan lainnya.
  • Kekerasan pada anak atau riwayat kekerasan pada masa kanak-kanak.
  • Memiliki kelainan senyawa kimia otak atau gangguan pada otak.
  • Mengalami diskriminasi dan stigma.
  • Mengalami kehilangan atau kematian seseorang yang sangat dekat.
  • Mengalami kerugian sosial, seperti masalah kemiskinan atau utang.
  • Merawat anggota keluarga atau teman yang sakit kronis.
  • Pengangguran, kehilangan pekerjaan, atau tunawisma.
  • Pengaruh zat racun, alkohol, atau obat-obatan yang dapat merusak otak.
  • Stres berat yang dialami dalam waktu yang lama.
  • Terisolasi secara sosial atau merasa kesepian.
  • Tinggal di lingkungan perumahan yang buruk.
  • Trauma signifikan, seperti pertempuran militer, kecelakaan serius, atau kejahatan dan yang pernah dialami.

 

Faktor Risiko Kesehatan Mental

Beberapa faktor risiko gangguan mental, antara lain:

  • Perempuan memiliki risiko tinggi mengidap depresi dan kecemasan, sedangkan laki-laki memiliki risiko mengidap ketergantungan zat dan antisosial.
  • Perempuan setelah melahirkan.
  • Memiliki masalah di masa kanak-kanak atau masalah gaya hidup.
  • Memiliki profesi yang memicu stres, seperti dokter dan pengusaha.
  • Memiliki riwayat anggota keluarga atau keluarga dengan penyakit mental.
  • Memiliki riwayat kelahiran dengan kelainan pada otak.
  • Memiliki riwayat penyakit mental sebelumnya.
  • Mengalami kegagalan dalam hidup, seperti sekolah atau kehidupan kerja.
  • Menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan terlarang.

 

Diagnosis Kesehatan Mental

Dokter ahli jiwa atau psikiater akan mendiagnosis suatu gangguan mental dengan diawali suatu wawancara medis dan wawancara psikiatri lengkap mengenai riwayat perjalanan gejala pada pengidap serta riwayat penyakit pada keluarga pengidap. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik yang menyeluruh untuk mengeliminasi kemungkinan adanya penyakit lain.

Jika diperlukan, dokter akan meminta untuk dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan fungsi tiroid, skrining alkohol dan obat-obatan, serta CT scan untuk mengetahui adanya kelainan pada otak pengidap. Jika kemungkinan adanya penyakit lain sudah dieliminasi, dokter akan memberikan obat dan rencana terapi untuk membantu mengelola emosi pengidap.

 

Pencegahan Kesehatan Mental

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan mental, yaitu:

  • Melakukan aktivitas fisik dan tetap aktif secara fisik.
  • Membantu orang lain dengan tulus.
  • Memelihara pikiran yang positif.
  • Memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah.
  • Mencari bantuan profesional jika diperlukan.
  • Menjaga hubungan baik dengan orang lain.
  • Menjaga kecukupan tidur dan istirahat.

 

Pengobatan Kesehatan Mental

Beberapa pilihan pengobatan yang akan dilakukan dokter dalam menangani gangguan mental, antara lain:

  • Psikoterapi. Psikoterapi merupakan terapi bicara yang memberikan media yang aman untuk pengidap dalam mengungkapkan perasaan dan meminta saran. Psikiater akan memberikan bantuan dengan membimbing pengidap dalam mengontrol perasaan. Psikoterapi beserta perawatan dengan menggunakan obat-obatan merupakan cara yang paling efektif untuk mengobati penyakit mental. Beberapa contoh psikoterapi, antara lain cognitive behavioral therapy, exposure therapy, dialectical behavior therapy, dan sebagainya.
  • Obat-obatan. Pemberian obat-obatan untuk mengobati penyakit mental umumnya bertujuan untuk mengubah senyawa kimia otak di otak. Obat-obatan tersebut berupa golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRIs), dan antidepresan trisiklik. Obat-obatan ini umumnya dikombinasikan dengan psikoterapi untuk hasil pengobatan yang lebih efektif.
  • Rawat inap. Rawat inap diperlukan jika pengidap membutuhkan pemantauan ketat terhadap gejala-gejala penyakit yang dialaminya atau terdapat kegawatdaruratan di bidang psikiatri, misalnya percobaan bunuh diri.
  • Support groupSupport group umumnya beranggotakan pengidap penyakit mental yang sejenis atau yang sudah dapat mengendalikan emosinya dengan baik. Mereka berkumpul untuk berbagi pengalaman dan membimbing satu sama lain menuju pemulihan.
  • Stimulasi otak. Stimulasi otak berupa terapi elektrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial, pengobatan eksperimental yang disebut stimulasi otak dalam, dan stimulasi saraf vagus.
  • Pengobatan terhadap penyalahgunaan zat. Pengobatan ini dilakukan pada pengidap penyakit mental yang disebabkan oleh ketergantungan akibat penyalahgunaan zat terlarang.
  • Membuat rencana bagi diri sendiri, misalnya mengatur gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari, untuk melawan penyakit mental. Rencana ini bertujuan untuk memantau kesehatan, membantu proses pemulihan, dan mengenali pemicu atau tanda-tanda peringatan penyakit.

 

Hal- hal yang tentang penyakit

Hal- hal yang tentang penyakit


Tubuh sering sakit-sakitan bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari lemahnya daya tahan tubuh atau seringnya terpapar kuman, virus, atau parasit. Hal ini bisa disebabkan gaya hidup yang kurang sehat, lingkungan hidup yang tidak higienis, hingga gangguan kesehatan tertentu.

Berbagai jenis kuman, virus, dan parasit dapat menyebabkan infeksi pada tubuh, sehingga membuat tubuh sakit-sakitan. Namun untuk menanggulanginya, tubuh sebetulnya memiliki sistem pertahanan alami yang disebut dengan sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun terdiri dari zat antibodi, sel, jaringan, dan organ tertentu, mulai dari sel darah putih, limpa, sumsum tulang, kelenjar getah bening, hingga tameng alami tubuh, seperti kulit dan rambut, serta lendir di jaringan mukosa tubuh.

Ketika sistem kekebalan tubuh lemah atau bermasalah, maka tubuh bisa menjadi lebih rentan terserang penyakit.

Penyebab Tubuh Sering Sakit-sakitan

Hampir setiap orang pasti pernah mengalami sakit, baik sakit kepala, sakit perut, demam, pilek, dan batuk. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadi dan menandakan bahwa daya tahan tubuh sedang aktif bekerja untuk melawan infeksi.

Tetapi bila tubuh sering sakit-sakitan, ada beberapa faktor yang dapat menjadi kemungkinan penyebabnya, yaitu:

1. Pola makan kurang sehat

Daya tahan tubuh yang kuat bisa Anda miliki dengan banyak mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi, seperti antioksidan, protein, omega-3, serta vitamin dan mineral. Contohnya adalah sayur dan buah-buahan, telur, ikan, kerang, kacang, yoghurt, dan biji-bijian, seperti gandum.

Sebaliknya, kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat dapat membuat daya tahan tubuh lemah dan rentan sakit. Karena itu, kurangilah konsumsi makanan yang tidak sehat, seperti makanan cepat saji atau makanan tinggi lemak jenuh, terlalu asin, atau terlalu manis.

Hindari pula kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak higienis, makanan yang mentah, setengah matang, atau makanan yang sudah basi karena makanan tersebut mengandung kuman dan parasit penyebab infeksi.

2. Kekurangan cairan

Selain makanan sehat, perbanyak konsumsi cairan, mulai dari air putih, teh, dan jus buah, juga bisa mencegah Anda sakit-sakitan. Dengan mencukupi kebutuhan cairan tiap harinya, asupan nutrisi ke seluruh sel di dalam tubuh akan terjaga dan organ tubuh dapat berfungsi secara normal.

Air juga berfungsi untuk melembabkan area mulut, hidung, dan tenggorokan agar virus dan kuman tidak mudah masuk. Oleh sebab itu, risiko Anda terserang penyakit akan lebih tinggi jika tubuh kekurangan cairan. Tak hanya itu, kurang minum air juga bisa meningkatkan risiko tubuh untuk mengalami dehidrasi.

Hindari konsumsi minuman beralkohol berlebihan karena dapat menganggu kesehatan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

3. Stres berkepanjangan

Stres yang terjadi sesekali dan mereda setelah penyebabnya diatasi adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.

Akan tetapi, jika Anda merasa stres berat dan berkepanjangan atau stres sudah menimbulkan masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan cemas, maka dampaknya bisa membuat daya tahan tubuh lemah. Akibatnya, tubuh pun akan menjadi mudah jatuh sakit.

4. Kurang tidur

Berbagai penelitian menyatakan bahwa kebiasaan kurang tidur dapat menurunkan kemampuan alami tubuh dalam melawan infeksi. Tak hanya itu, kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.

Karena itu, Anda disarankan untuk tidak sering begadang dan tidurlah pada jadwal yang teratur, dengan durasi 7 – 9 jam setiap malamnya.

5. Malas mencuci tangan

Saat beraktivitas sepanjang hari, tanpa disadari tangan Anda mungkin telah menyentuh sesuatu yang kotor dan terdapat virus dan bakteri. Misalnya, saat mengganti popok bayi, setelah buang air kecil atau besar, memegang gagang pintu, bahkan saat menyentuh layar HP.

Karena itu, jika Anda jarang atau malas cuci tangan, maka kebiasaan ini dapat meningkatkan peluang kuman dan virus yang ada di tangan masuk ke tubuh melalui mulut, hidung, atau mata. Oleh karena itu, Anda perlu rutin membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan benar agar tubuh tidak mudah sakit-sakitan.

6. Kurang menjaga kebersihan

Kebersihan tubuh dan lingkungan memegang peranan penting dalam mencegah penyakit infeksi. Ketika kebersihan atau sanitasi tidak terjaga, maka kuman, virus, dan parasit penyebab infeksi akan mudah berkembang biak dan menyerang tubuh Anda.

Jika sudah demikian, Anda tetap akan rentan terkena infeksi meski sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik.

Jadi, penting untuk rutin membersihkan rumah, tidak membuang sampah sembarangan, rajin mencuci tangan, dan sering menyikat gigi agar kebersihan tubuh terjaga dan tidak mudah terserang penyakit.

7. Kondisi medis tertentu

Selain beberapa akibat beberapa faktor di atas, melemahnya daya tahan tubuh juga bisa disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu, di antaranya:

  • Efek samping obat-obatan, seperti kemoterapi.
  • Pernah menjalan operasi pengangkatan limpa (splenektomi).
  • HIV/AIDS.
  • Leukopenia atau kondisi rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh, sehingga tubuh menjadi rentan terhadap infeksi.
  • Kelainan genetik, misalnya sindrom DiGeorge.
  • Malnutrisi

Sakit-sakitan yang disebabkan oleh pola hidup tidak sehat dapat dicegah dan diatasi dengan menerapkan gaya hidup sehat, menjalani pola makan sehat dan seimbang, istirahat cukup, rutin berolahraga, tidak merokok, dan melengkapi imunisasi.

Jika terjadi sesekali, tubuh yang sakit-sakitan mungkin bukanlah disebabkan oleh hal yang berbahaya. Namun, jika tubuh sering sakit-sakitan hingga membuat Anda sering tidak masuk kerja atau sekolah, maka sebaiknya kondisi ini diperiksakan ke dokter karena bisa saja disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu. 

PERCAYA DIRI DALAM OLAHRAGA

 Hakim (2002) menyatakan kepercayaan diri dapat diartikan sebagai suatu keyakinan sesorang dari segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan ...