Rabu, 25 November 2020

PROSES PENDIDIKAN HIDUP SEHAT


Proses Pendidikan Hidup Sehat
Pendidikan tidak lepas dari proses belajar, dan faktor-faktor manusia yang berperan dalam proses belajar adalah kematangan, pengetahuan dan motivasi. Menurut Notoadmodjo (2003), pendidikan kesehatan adalah suatu bentuk intervensi atau upaya yang ditujukan kepada perilaku, agar perilaku tersebut kondusif untuk kesehatan. Untuk mengubah pemahaman perilaku belum sehat menjadi perilaku sehat. Menurut Azwar (1983), membagi menjadi 3 macam, yaitu: 
1) Perilaku yang menjadikan kesehatan sebagai suatu yang bernilai di masyarakat sehingga kader kesehatan mempunyai tanggung jawab didalam penyuluhannya mengarahkan cara hidup sehat menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari. 
2) Secara mandiri mampu menciptakan perilaku sehat bagi dirinya sendiri maupun kelompok, dalam hal ini pelayanan kesehatan dasar diarahkan agar dikelola sendiri oleh masyarakat dalam bentuk yang nyata contohnya adalah posyandu.
3) Mendorong perkembangan dan penggunaan sarana pelayanan kesehatan yang ada secara tepat.

     Dari batasan ini tersirat unsur-unsur pendidikan yakni: input adalah sasaran pendidikan (individu, kelompok, masyarakat) dan pendidik (pelaku pendidikan); proses (upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain); output (melakukan apa yang diharapkan atau perilaku).Proses pendidikan tersebut berlangsung didalam suatu lingkungan pendidikan atau tempat dimana pendidikan itu berlangsung, biasanya dibedakan menjadi tiga yaitu tri pusat pendidikan yaitu didalam keluarga (pendidikan informal), didalamsekolah (pendidikan formal), dan didalam masyarakat.

Proses pendidikan kesehatan juga mengikuti proses tersebut, dan unsur-unsurnya pun sama. Yang bertindak selaku pendidik kesehatan disini adalah semuapetugas kesehatan dan siapa saja yang berusaha untuk mempengaruhi individu ataumasyarakat guna meningkatkan kesehatan mereka. Karena itu individu, kelompokataupun masyarakat, disamping dianggap sebagai sasaran (obyek) pendidikan, juga dapat berlaku sebagai subyek(pelaku) pendidikan kesehatan masyarakat apabila mereka di ikutsertakan didalam usaha kesehatan masyarakat. Yang diartikan anak didik atau sasaran pendidikan adalah masyarakat atau individu, baik yang sakit maupun yang tidak belum sakit, baik anak-anak maupun orang dewasa. Jadi,lingkungan pendidikan kesehatan juga mengikuti tri pusat pendidikan, yaitu :


Dapat dikatakan bahwa kesehatanyang kita miliki adalah karena "upaya" kita sendiri. Oleh sebab itu kesehatan perorangan atau kesehatan pribadi memegang peranan penting. Kesehatanpribadi adalah kesehatan bagian-bagian tubuh kita masing-masing yaitu meliputi; kesehatan kulit rambut dan kuku kesehatan mata, hidung, telinga mulut dangigi, tangan dan kaki, memakai pakaian yang bersih serta melakukan gerak danistirahat. Berbagai macam penyakit dapat dicegah dengan menjaga kebersihan.Oleh sebab itu, memelihara kesehatan pribadi dimulai dengan memelihara kebersihan bagian-bagian tubuh kita. 

 Rabu, 18 november 2020
Proses pendidikan hidup sehat
  • lingkungan keluarga
  • lingkungan sekolah
  • lingkungan eksternal

Proses hidup sehat,
  • Promosi (pengenalan) ''pelayanan''
  • Pencegahan (Preventif) ''datang kepuskesmas jika sudah merasa tidak enak badan''
  • Kuratif (Penyembuhan) '' di berikan obat''
  • Pemulihan

Rabu, 04 November 2020

PENYAKIT

 Jamur kuku ( nail fungus)

Penyakit

pada dasarnya tidak baik, dan kondisi buruk seseorang disebabkan bakteti, virus, dsb  

jamur kuku - alodokter

Jamur kuku adalah infeksi jamur yang terjadi pada kuku tangan maupun kuku kaki. Kondisi yang juga dikenal dengan nama tinea unguium atau onkomikosis ini dapat dialami oleh siapa saja, terutama lansia. Umumnya, jamur kuku bukanlah kondisi yang berbahaya.

Pada awal kemunculannya, jamur kuku sering ditandai dengan bintik putih atau kuning pada ujung kuku. Lama kelamaan, kuku akan berubah warna, menebal, dan ujungnya menjadi rapuh.


Penyebab Jamur Kuku

Penyebab jamur kuku atau onkomikosis adalah infeksi jamur. Jamur yang menyebabkan infeksi umumnya adalah jamur dermatofit. Terdapat beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena jamur kuku.

Salah satu faktor risikonya adalah pertambahan usia. Jamur kuku lebih rentan terjadi pada lansia sebab kuku lansia cenderung rapuh dan kering. Hal ini menyebabkan kuku mudah retak, sehingga dapat dimasuki oleh jamur.

Selain karena faktor usia, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jamur kuku, yaitu:

  • Sirkulasi darah yang buruk, misalnya pada penyakit arteri perifer.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penderita HIV/AIDS atau diabetes.
  • Berkeringat banyak.
  • Menderita kutu air.
  • Menderita psoriasis, karena sering mengalami luka pada kulit di sekitar kuku.
  • Sering berjalan tanpa alas kaki di tempat yang lembab dan penuh kerumunan orang, seperti di kamar mandi umum atau area sekitar kolam renang.
  • Memiliki pekerjaan atau hobi yang sering bersentuhan dengan air.

Gejala Jamur Kuku

Jamur kuku atau tinea unguium dapat menyerang kuku tangan, namun kondisi ini lebih sering muncul pada kuku kaki. Beberapa kelainan pada kuku di bawah ini bisa menandakan adanya jamur kuku:

  • Kuku menebal.
  • Muncul bintik-bintik putih pada kuku.
  • Kuku berubah warna menjadi putih, kuning kecoklatan, atau kehitaman.
  • Kuku menjadi kasar dan rapuh.
  • Kuku terpisah dengan kulit jari tempatnya menempel.
  • Timbul bau yang tidak sedap pada kuku.

Kapan harus ke dokter

Bila timbul kelainan pada kuku seperti yang telah disebutkan di atas, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan pengobatan. Pengobatan jamur kuku membutuhkan waktu yang lama. Selama pengobatan, pasien perlu terus kontrol ke dokter untuk mengetahui perkembangan penyakit dan mengevaluasi pengobatan.

Penderita diabetes perlu rutin berobat ke dokter untuk mencegah komplikasi diabetes lebih lanjut, seperti infeksi jamur kuku.

Diagnosis Jamur Kuku

Dari kelainan kuku yang muncul, dokter akan melakukan pemeriksaan kuku untuk mendiagnosis jamur kuku. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang kerokan kuku untuk memastikan diagnosis. Sampel kerokan kuku tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut.

Pengobatan Jamur Kuku

Jenis dan lamanya pengobatan jamur kuku dapat berbeda-beda, tergantung seberapa parah infeksi jamur kuku dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Untuk mengobati jamur kuku, dokter dapat meresepkan obat antijamur dalam bentuk:

Obat pelapis kuku

Dokter dapat memberikan ciclopirox yang berbentuk seperti kuteks. Obat pelapis kuku ini digunakan dengan cara dioleskan pada kuku dan kulit di sekitarnya, satu kali sehari.

Setiap 7 hari pasien perlu membersihkan lapisan kuku tersebut dengan alkohol sebelum melapisinya lagi dengan ciclopirox. Jika diperlukan, obat pelapis kuku ini dapat digunakan setiap hari selama setahun sesuai anjuran dokter.

Obat krim kuku

Dokter dapat memberikan krim antijamur untuk dioleskan. Namun sebelum mengoleskan krim antijamur, penderita perlu menipiskan kuku terlebih dahulu dengan losion khusus ataupun dengan kikir kuku. Kuku juga perlu direndam dulu agar lunak.

Obat oral antijamur

Obat antijamur yang diminum dapat menyembuhkan infeksi lebih cepat daripada obat oles. Contoh obat ini adalah terbinafine dan itraconazole. Obat antijamur diminum selama 6-12 minggu, namun dibutuhkan waktu lebih dari 4 bulan hingga kondisi kuku kembali normal.

Pengobatan jamur kuku dapat berlangsung lama, hingga beberapa bulan. Walaupun kondisinya sudah membaik, tidak menutup kemungkinan infeksi jamur kuku dapat berulang.

Selain hanya dengan obat-obatan, pengobatan jamur kuku dapat dikombinasikan dengan pembedahan. Dokter akan mengangkat kuku yang bermasalah terlebih dahulu, sehingga obat antijamur dapat dioleskan langsung ke bagian bawah kuku yang terinfeksi. Selain itu, bila infeksinya semakin parah, dokter juga dapat merekomendasikan untuk menghilangkan kuku secara permanen.

Komplikasi Jamur Kuku

Jamur kuku yang sudah parah dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kuku. Kerusakan itu dapat menyebabkan infeksi serius yang bisa menyebar ke kulit kaki atau tangan (selulitis), terutama jika penderitanya memiliki daya tahan tubuh yang melemah, misalnya akibat penggunaan obat-obatan imunosupresan dan diabetes.

Pencegahan Jamur Kuku

Karena lebih berisiko mengalami infeksi jamur, penderita diabetes perlu lebih sering memeriksa kakinya untuk melihat apakah ada luka, robek, atau perubahan pada kuku. Selain itu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan penderita diabetes untuk mencegah jamur kuku, antara lain:

  • Rutin berolahraga
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Minum sesuai dengan resep dokter
  • Rutin memeriksa kadar gula darah

Untuk mencegah kembalinya infeksi jamur kuku, Anda bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini:

  • Rutin mencuci tangan dan kaki. Jangan lupa untuk segera cuci tangan bila menyentuh kuku yang terinfeksi dan gunakan pelembab pada kuku.
  • Potong kuku dengan rata, haluskan tepi kuku dan dan daerah kuku yang menebal dengan kikir. Setelah selesai, cuci gunting kuku sampai bersih.
  • Hindari berbagi penggunaan barang pribadi, seperti handuk, sepatu, atau gunting kuku, dengan orang lain.
  • Buang sepatu yang sudah usang, serta taburkan desinfektan atau bubuk antijamur ke sepatu yang sudah lama tidak dipakai.
  • Gunakan kaos kaki yang menyerap keringat dan ganti kaus kaki setiap hari.
  • Hindari telanjang kaki di ruang publik, seperti ruang ganti umum atau area kolam renang.
  • Hindari menggunakan kuteks atau kuku palsu.
  • Pilih salon kuku yang menggunakan alat manikur yang disterilisasi.


KEBUGARAN JASMANI

 

KEBUGARAN JASMANI DAN KOMPONENNYA


 Kebugaran jasmani adalah kemampuan dan daya tahan fisik atau tubuh seseorang dalam melakukan berbagai aktifitas kehidupan sehari-hari, tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Istilah kebugaran jasmani memiliki pengertian yang tidak berbeda dari aspek fisik dalam total fitness atau yang dikenal sebagai physical fitness.

1.Kekuatan (Strength)

Pengertian kekuatan adalah kemampuan otot dalam tubuh untuk memikul beban atau melakukan aktivitas. Setiap individu memiliki batas kemampuan masing-masing dalam menggunakan ototnya untuk melakukan aktivitas.

Kekuatan otot dapat ditingkatkan dengan melakukan berbagai latihan fisik secara rutin dan teratur.

2. Daya Tahan (Endurance)

Pengertian daya tahan adalah kesanggupan seseorang dalam menggunakan organ tubuhnya, seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan lain-lain, secara efektif dan efisien. Daya tahan tubuh juga dapat dilatih dan ditingkatkan kemampuannya.

3. Daya Otot (Muscular Power)

Pengertian daya otot adalah kesanggupan dan kemampuan otot dalam menghasilkan kekuatan secara semaksimal mungkin dalam waktu yang cepat. Sebagai contoh, kemampuan seorang atlit angkat besi dalam memikul beban dalam waktu tertentu.

4. Kecepatan (Speed)

Pengertian kecepatan adalah kemampuan otot tubuh dalam melakukan suatu gerakan dalam waktu sesingkat mungkin.

5. Daya lentur (Flexibility)

Pengertian daya lentur adalah kesanggupan tubuh manusia dalam menyesuaikan diri dengan berbagai gerakan yang memerlukan penguluran tubuh atau kelenturan. Bidang olah raga yang menuntut kelenturan tubuh yaitu senam, renang, yoga, balet, dan olah raga lainnya.

6. Kelincahan (Agility)

Pengertian kelincahan adalah kesanggupan otot tubuh melakukan gerakan cepat pada posisi yang berbeda-beda, misalnya gerakan berpindah dari kiri ke kanan, dari depan ke belakang. Kelincahan dibutuhkan dalam beberapa jenis olah raga, misalnya bulu tangkis, sepak bola, tenis lapangan, dan lain-lain.

7. Koordinasi (Coordination)

Definisi koordinasi adalah kemampuan tubuh manusia dalam mengintegrasikan beberapa gerakan cepat secara efektif. Salah satu contoh koordinasi adalah gerakan mengontrol bola (juggling) dimana terjadi koordinasi antara gerakan kepala, bahu, kaki, dan anggota tubuh lainnya.

8. Keseimbangan (Balance)

Pengertian keseimbangan adalah kemampuan tubuh dalam mengontrol syaraf dan organ tubuh sehinggap dapat mengendalikan kegiatan tubuh dengan baik. Semua aktivitas manusia membutuhkan kemampuan keseimbangan.

9. Ketepatan (Accuracy)

Yang dimaksud dengan ketepatan adalah kemampuan tubuh dalam mengendalikan gerakan dan membidik target dengan tepat. Beberapa olah raga yang menuntut akurasi adalah memanah, bowling, golf, bola basket, dan lain-lain.

10. Reaksi (Reaction)

Pengertian reaksi adalah kemampuan tubuh memberikan tanggapan dengan cepat terhadap rangsangan dari objek atau orang lain. Sebagian besar jenis olah raga membutuhkan kemampuan reaksi, misalnya reaksi untuk menyerang, menghindar, dan bertahan.


PERCAYA DIRI DALAM OLAHRAGA

 Hakim (2002) menyatakan kepercayaan diri dapat diartikan sebagai suatu keyakinan sesorang dari segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan ...